CARA BERTAKWAH KEPADA ALLAH SWT

Posted by Unknown on Saturday, August 24, 2013

30 Cara untuk menyucikan hati dengan bertakwah kepada allah

“Dan sesungguhnya ALLAH menyukai orang- orang yang bersih. Hai orang- orang yang beriman bertakwalah kepada ALLAH, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (QS. At-Taubah [9]: 108 & 119) --- 1. Takut akan datangnya maut secara tiba-tiba sebelum kita sempat bertaubat. 2. Takut tidak menunaikan hak-hak ALLAH secara sempurna. Sesungguhnya hak-hak ALLAH itu pasti akan dimintai pertanggung jawabannya. 3. Takut tergelincir dari jalan yang lurus, dan berjalan di atas jalan kemaksiatan dan jalan syaithan. 4. Takut memandang remeh atas banyaknya nikmat ALLAH pada diri kita. 5. Takut akan balasan siksa yang disegerakan di dunia, karena maksiat yang kita lakukan. 6. Takut mengakhiri hidup (mati) dengan su’ul khatimah. 7. Takut menghadapi sakaratul maut dan sakitnya sakaratul maut. 8. Takut menghadapi pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di dalam kubur. 9. Takut akan adzab dan prahara di alam kubur . 10. Takut menghadapi pertanyaan hari Qiyamat atas dosa besar dan dosa kecil yang kita lakukan. 11. Takut melalui titian (shirath) yang tajam. Sesungguhnya titian itu lebih halus daripada rambut dan lebih tajam daripada pedang. 12. Takut dijauhkan dari memandang wajah ALLAH. 13. Perlu mengetahui tentang dosa dan aib kita. 14. Takut terhadap nikmat ALLAH yang kita rasakan siang dan malam, sedang kita tidak bersyukur. 15. Takut tidak diterima amalan-amalan dan ucapan-ucapan kita. 16. Takut bahwa ALLAH tidak akan menolong dan membiarkan kita sendiri. 17. Kekhawatiran kita menjadi orang yang tersingkap aibnya pada hari kematian dan pada hari timbangan ditegakkan. 18. Hendaknya kita mengembalikan urusan diri kita, anak-anak, keluarga, suami/isteri dan harta kita kepada ALLAH Subhaanahu wa Ta’ala. Dan jangan kita bersandar dalam memperbaiki urusan ini kecuali hanya kepada ALLAH. 19. Sembunyikanlah amal-amal kita dari riya’ ke dalam hati, karena terkadang riya’ itu memasuki hati kita, sedang kita tidak merasakannya. Hasan Al-Basri rahimahullah pernah berkata kepada dirinya sendiri. “Berbicaralah engkau wahai diri, dengan ucapan orang shaleh, yang qana’ah lagi ahli ibadah. Dan janganlah engkau melaksanakan amal orang fasik dan riya’. Demi ALLAH, ini bukan sifat orang mukhlis.” 20. Jika kita ingin sampai pada derajat ikhlas maka hendaknya akhlak kita seperti akhlak seorang bayi yang tidak peduli orang yang memujinya atau membencinya. 21. Hendaknya kita memiliki sifat cemburu ketika larangan- larangan ALLAH diremehkan. 22. Ketahuilah bahwa amal shaleh dengan sedikit dosa jauh lebih disukai ALLAH, daripada amal shaleh yang banyak tetapi dengan dosa yang banyak pula. 23. Ingatlah setiap kita sakit bahwa kita telah istirahat dari dunia dan akan menuju akhirat, dan akan menemui ALLAH dengan amalan yang buruk. 24. Hendaknya ketakutan pada ALLAH menjadi jalan kita menuju ALLAH selama kita sehat. 25. Setiap kita mendengar kematian seseorang maka perbanyaklah mengambil pelajaran dan nasihat. Dan jika kita menyaksikan jenazah, maka khayalkanlah bahwa kita yang sedang diusung. 26. Hati-hatilah menjadi orang yang mengatakan bahwa ALLAH menjamin rezeki kita sedang hatinya tidak tenteram kecuali sesuatu yang ia kumpul-kumpulkan. Dan menyatakan sesungguhnya akhirat itu lebih baik dari dunia, sedang kita tetap mengumpul- ngumpulkan harta dan tidak menginfakkannya sedikit pun. Dan mengatakan bahwa kita pasti mati padahal dia tidak pernah ingat mati. 27. Lihatlah dunia dengan pandangan i’tibar (pelajaran) bukan dengan pandangan mahabbah (kecintaan) kepadanya dan sibuk dengan perhiasannya. 28. Ingatlah bahwa kita sangat tidak kuat menghadapi cobaan dunia. Lantas apakah kita sanggup menghadapi panasnya Jahannam? 29. Di antara akhlak sesama mukmin (wal mukminah) adalah saling nasehat-menasehati antar sesamanya. 30. Jika kita melihat orang yang lebih “besar” dari kita, maka muliakanlah dia dan katakan kepadanya, “Anda telah mendahului saya di dalam Islam dan amal shaleh, maka anda jauh lebih baik di sisi ALLAH. Anda keluar ke dunia setelah saya, maka anda lebih sedikit dosanya dari saya dan anda lebih baik dari saya di sisi ALLAH. “ …. - ALLAH mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy- Syam [91]: 8, 9, 10). - Sungguh beruntung bagi siapapun yang mampu menata qalbunya menjadi bening, jernih, bersih, dan selamat.. smile)

SUMBER:http://einstein.mywapblog.com/30-cara-untuk-menyucikan-hati-kita-untuk.xhtml
More aboutCARA BERTAKWAH KEPADA ALLAH SWT

KISAH ABU BAKAR ASH SIDDIQ

Posted by Unknown

Kisah Abu Bakar Ash-Shiddiq


abu+bakar+as+syiddiq
Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abdurrahman bin Abu Bakar. Suatu hari rumah Sayyidina Abu Bakar didatangi oleh tiga orang tamu, sedangkan beliau sendiri saat itu tengah diundang makan malam di rumah Baginda. Setelah jauh malam, beliau pun pulang.

Istrinya bertanya, “Apakah engkau menghindari diri dari para tamu itu?”

“Apakah engkau telah suguhi mereka makan?” Abu Bakar balik bertanya.

“Mereka enggan disuguhi makan sebelum engkau pulang” sambung istinya lagi

“Demi Allah, makanan tidak cukup,” ujar Abu Bkar. Meski begitu Abu Bkar tetap menyuguhi tamunya makanan.

Salah satu tamunya berkata, “Demi Allah, makanan ini bertambah banyak setiap kami ambil. Kami semua sudah kenyang, tapi makanan ini malah bertambah banyak dari sebelumnya”

Abu Bakar kemudian memeriksa dan mendapati makanan tersebut memang tidak habis, tetapi malah bertambah banyak. Lalu, Abu Bkar berkata kepada istrinya, “Wahai saudara bani Farras, apakah ini semua?”

Istrinya menjawab, “Tidak salah, makanan ini bertambah banyak tiga kali lipat daripada sebelumnya”

Abu Bakar adalah sahabat Nabi yang terkenal akan kehati-hatiannya dalam hal makanan. Suatu hari Abu Bakar disuguhi makanan oleh hamba sahaya. Orang itu berkata, “Engkau selalu bertanya akan sumber makanan yang aku bawa, tetapi hari ini engkau tidak berbuat demikian”

“Aku terlalu lapar sehingga aku lupa bertanya. Terangkanlah padaku darimana engkau mendapatkan makanan ini!”

“Sebelum aku memeluk islam, aku menjadi dukun teduh. Orang-orang yang aku bantu nasibnya, kadang-kadang tidak mampu membayar utang kepadaku. Mereka berjanji membayarnya jika mereka memiliki uang. Aku berjumpa mereka hari ini. Merekalah yang memberiku makanan yang engkau makan itu”

Tiba-tiba saja Abu Bkar memekik, “Ah! Nyaris kau bunuh aku” Abu Bakar terlihat pucat ketakutan. Kemudia Abu Bakar berusaha mengeluarkan makanan yang telah ditelannya dengan paksa. Ada sahabat yang menyarankannya supaya beliau minum air sebanyak-banyaknya dan kemudian memuntahkan makanan yang ditelan tadi. Beliau menurutinya sehingga makanan tadi berhasil dimuntahkan.

“Semoga Allah mencuci rahmat atasmu. Engkau telah berusaha menjaga perutmu dari makanan yang tidak baik” kata sahabat itu

“Aku pasti akan memaksanya keluar walaupun aku mungkin akan kehilangan nyawaku. Aku mendengar Nabi berkata ‘Tubuh yang tumbuh subur dengan makanan haram akan merasakan api neraka.’ Oleh karena itu, aku memaksa makanan itu keluar takut kalau ia mengantarku kepada api neraka,” tutur Sayyidina Abu Bakar.

Begitulah sosok Sayyadina Abu Bkar. Kesungguhannya menaati perintah Allah dan Rasulllah membuatnya istemewa di mata Allah, Rasul, dan umat manusia.

Kewalian Abu Bkar tidak hanya terjadi semasa hidupnya, tatapi juga setelah beliau wafat. Rasullullah saw memersilahkan kedatangannya di sisi Baginda, sedangkan pada waktu itu Rasulullah saw sendiri telah wafat.

Sebagaimana dikatakan oleh Imam Fakhrurazi dalam menafsirkan surah al-Kahfi yang menyebut juga tentang Abu Bakar.

Tatkala jenazah beliau diusung melewati pintu yang dekat dengan makam Rasullullah saw, orang-orang yang mengirinya memberi salam, “Sejahtera atas engkau, wahai Rasulullah! Ini dia Abu Bkar di muka pintu”

Tiba-tiba pintu terbuka dengan sendirinya, kemudian keluar suara dari dalam makam, “Masuklah kekasih kepada kekasih”

Demikianlah sekilas kisah kewalian Sayyidina Abu Bakar ra. Tidaklah segalanya itu terjadi tanpa adanya keimanan beliau terhadap keesaan-Nya secara total.

SUMBER:http://www.islamnyamuslim.com/2013/05/kisah-abu-bakar-ash-shiddiq.html
More aboutKISAH ABU BAKAR ASH SIDDIQ

KEUTAMAAN SHALAT QABLIYAH SUBUH

Posted by Unknown on Friday, August 23, 2013

Keutamaan Shalat Qabliyah Shubuh

Shalat dua raka’at qabliyah shubuh termasuk shalat sunah yg sangat ditekankan bagi setiap muslim. Pahala kebaikannya begitu besar, melebihi dunia & seisinya. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Dua raka’at (qabliyah) shubuh pahalanya lebih baik dari dunia & seisinya.” (HR. Muslim no.1193)
Termasuk waktu yg dilarang utk mengerjakan shalat adlh setelah shalat shubuh sampai terbit matahari, sebagaimana sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam,
Dari Abu Sa’id Al-Khudri berkata, “Aku mendengar Rasullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidak ada shalat setelah (shalat) shubuh sampai terbit matahari….’.” (HR. Bukhari, no.551)
Menurut pendapat yg lebih kuat, shalat yg dilarang adlh shalat-shalat yg tidak terikat dengan sebabnya (shalat mutlak). Adapun shalat-shalat yg diikat pensyariatannya dengan suatu sebab (jika tidak ada sebabnya tidak disyariatkan), semisal shalat sunah setelah thawaf, shalat gerhana, shalat tahiyatul masjid, & lain sebagainya, maka tidak dilarang walaupun dilakukan pada waktu-waktu terlarang, lantarang shalat-shalat ini terikat dengan sebabnya.
Termasuk yg dibolehkan adlh mengqadha qabliyah shubuh setelah shalat shubuh, walaupun waktu tersebut termasuk waktu dilarang shalat. Hal ini didasari oleh beberapa hal:
Keumuman perintah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam utk mengqadha setiap shalat yg terlewatkan tanpa sengaja. Dalam hadis Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Barangsiapa lupa shalat, atau tertidur, maka hendaklah ia lakukan shalat itu jika ia mengingatnya, tidak ada kaffarah kecuali hal itu, (Allah berfirman), ‘Dan tegakkan sholat utk mengingat-Ku’.”(HR. Bukhari 562 & Muslim 1103)
Kekhususan dalil yg membolehkan hal ini, seperti dalam sebuah hadis:Dari Qais bin Amr berkata, “Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat seseorang shalat dua rakaat setelah (shalat) shubuh, maka Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, ‘Apakah (engkau) shalat shubuh dua kali?’ Orang itu menjawab, ‘Saya belum shalat dua rakaat qabliyah shubuh, lalu aku lakukan (setelah shubuh)’.” Lalu (Qois) berkata, “Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam pun diam (tidak melarangnya).” (HR. Abu Dawud no.1267, Tirmidzi no.422, Ibnu majah no.1154, Ahmad no.23811, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Misykat al-Mashobih 1044 & Shahih Abu Dawud 1151)
Hadis di atas menunjukkan bahwa mengqadha qabliyah shubuh setelah shalat shubuh hukumnya boleh karena ada keterangan yg sangat jelas dari diamnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam terhadap orang yg melakukan hal tersebut. Hanya saja, lebih utama jika seseoarng terlewatkan shalat qabliyah shubuh –baik tertidur atau lupa– hendaknya dia mengqadhanya setelah matahari terbit, & ini adlh yg lebih afdhal, sebagaimana sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam:“Barangsiapa belum melaksanakan shalat dua rakaat (qabliyah) shubuh, maka hendaklah dia shalat dua rakaat tersebut setelah terbitnya matahari.” (HR. Tirmidzi no.423, & dishahihkan oleh Al-Abani dalam Silsilah Shahihah no.2361)
Sumber: Majalah Al-Furqon Edisi 06 Tahun ke-10 Muharram 1432 H/Desember 2010
More aboutKEUTAMAAN SHALAT QABLIYAH SUBUH

KEUTAMAAN SHALAT DHUHA

Posted by Unknown

Keutamaan Shalat Dhuha

Banyak yg belum memahami keutamaan shalat yg satu ini. Ternyata shalat Dhuha bisa senilai dengan sedekah dengan seluruh persendian. Shalat tersebut juga akan memudahkan urusan kita hingga akhir siang. Ditambah lagi shalat tersebut bisa menyamai pahala haji & umrah yg sempurna. Juga shalat Dhuha termasuk shalat orang-orang yg kembali taat.
Di antara keutamaan shalat Dhuha adlh:
Pertama : Mengganti sedekah dengan seluruh persendian
Dari Abu Dzar, Nabi  shallallahu ‘alihi wa sallam  bersabda,
يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى
“ Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian utk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, & setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) & nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adlh sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at ” (HR. Muslim no.  720).
Padahal persendian yg ada pada seluruh tubuh kita sebagaimana dikatakan dalam hadits & dibuktikan dalam dunia kesehatan adlh 360 persendian. ‘Aisyah pernah menyebutkan sabda Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam ,
إِنَّهُ خُلِقَ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْ بَنِى آدَمَ عَلَى سِتِّينَ وَثَلاَثِمَائَةِ مَفْصِلٍ
“ Sesungguhnya setiap manusia keturunan Adam diciptakan dalam keadaan memiliki 360 persendian ” (HR. Muslim no. 1007).
Hadits ini menjadi bukti selalu benarnya sabda Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam . Namun sedekah dengan 360 persendian ini dapat digantikan dengan shalat Dhuha sebagaimana disebutkan pula dalam hadits dari Buraidah, beliau mengatakan bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda,
أَبِى بُرَيْدَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « فِى الإِنْسَانِ سِتُّونَ وَثَلاَثُمِائَةِ مَفْصِلٍ فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهَا صَدَقَةً ». قَالُوا فَمَنِ الَّذِى يُطِيقُ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « النُّخَاعَةُ فِى الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا أَوِ الشَّىْءُ تُنَحِّيهِ عَنِ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَقْدِرْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُ عَنْكَ
“ Manusia memiliki 360 persendian. Setiap persendian itu memiliki kewajiban utk bersedekah.” Para sahabat pun mengatakan, “Lalu siapa yg mampu bersedekah dengan seluruh persendiannya, wahai Rasulullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Menanam bekas ludah di masjid atau menyingkirkan gangguan dari jalanan. Jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, maka cukup lakukan shalat Dhuha dua raka’at .” (HR. Ahmad, 5: 354. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini  shahih ligoirohi )
Imam Nawawi  rahimahullah  mengatakan,  “Hadits dari Abu Dzar adlh dalil yg menunjukkan keutamaan yg sangat besar dari shalat Dhuha & menunjukkannya kedudukannya yg mulia. & shalat Dhuha bisa cukup dengan dua raka’at” (Syarh Muslim, 5: 234).
Muhammad bin ‘Ali Asy Syaukani  rahimahullah  mengatakan,  “Hadits Abu Dzar & hadits Buraidah menunjukkan keutamaan yg luar biasa & kedudukan yg mulia dari Shalat Dhuha. Hal ini pula yg menunjukkan semakin disyari’atkannya shalat tersebut. Dua raka’at shalat Dhuha sudah mencukupi sedekah dengan 360 persendian. Jika memang demikian, sudah sepantasnya shalat ini dapat dikerjakan rutin & terus menerus” (Nailul Author, 3: 77).
Kedua : Akan dicukupi urusan di akhir siang
Dari Nu’aim bin Hammar Al Ghothofaniy, beliau mendengar Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda,
قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ
“ Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang .” (HR. Ahmad (5/286), Abu Daud no. 1289, At Tirmidzi no. 475, Ad Darimi no. 1451 . Syaikh Al Albani & Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini  shahih )
Penulis ‘Aunul Ma’bud –Al ‘Azhim Abadi- menyebutkan, “Hadits ini bisa mengandung pengertian bahwa shalat Dhuha akan menyelematkan pelakunya dari berbagai hal yg membahayakan. Bisa juga dimaksudkan bahwa shalat Dhuha dapat menjaga dirinya dari terjerumus dalam dosa atau ia pun akan dimaafkan jika terjerumus di dalamnya. Atau maknanya bisa lebih luas dari itu.” (‘Aunul Ma’bud, 4: 118)
At Thibiy berkata, “Yaitu  engkau akan diberi kecukupan dalam kesibukan & urusanmu, serta akan dihilangkan dari hal-hal yg tidak disukai setelah engkau shalat hingga akhir siang. yg dimaksud, selesaikanlah urusanmu dengan beribadah pada Allah di awal siang (di waktu Dhuha), maka Allah akan mudahkan urusanmu di akhir siang.” (Tuhfatul Ahwadzi, 2: 478).
Ketiga : Mendapat pahala haji & umrah yg sempurna
Dari Anas bin Malik, Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda,
« مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ». قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ
“ Barangsiapa yg melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji & umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yg sempurna, sempurna & sempurna .” (HR. Tirmidzi no. 586. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini  hasan )
Al Mubaarakfuri  rahimahullah  dalam  Tuhfatul Ahwadzi bi Syarh Jaami’ At Tirmidzi  (3: 158) menjelaskan, “yg dimaksud ‘kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at’ yaitu setelah matahari terbit. Ath Thibiy berkata, “Yaitu kemudian ia melaksanakan shalat setelah matahari meninggi setinggi tombak, sehingga keluarlah waktu terlarang utk shalat. Shalat ini disebut pula  shalat Isyroq . Shalat tersebut adlh waktu shalat di awal waktu.”
Keempat : Termasuk shalat  awwabin  (orang yg kembali taat)
Dari Abu Hurairah  radhiyallahu ‘anhu , ia berkata bahwa Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda,
لا يحافظ على صلاة الضحى إلا أواب، وهي صلاة الأوابين
“ Tidaklah menjaga shalat sunnah Dhuha melainkan awwab (orang yg kembali taat). Inilah shalat awwabin .” (HR. Ibnu Khuzaimah, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib 1: 164). Imam Nawawi  rahimahullah berkata, “Awwab adlh muthii’ (orang yg taat). Ada pula ulama yg mengatakan bahwa maknanya adlh orang yg kembali taat” (Syarh Shahih Muslim, 6: 30).
Semoga Allah memberikan kita hidayah & taufik utk merutinkan shalat yg mulia ini.  Wallahu waliyyut taufiq.
More aboutKEUTAMAAN SHALAT DHUHA

KEUTAMAAN SHALAT TERAWIH

Posted by Unknown

Keutamaan Shalat Tarawih

Menurut riwayat Al-Muslim “Semua amal anak Adam dilipatgandakan pahalanya, setiap kebaikan 10 kali lipat, hingga 700 kali lipat, kecuali puasa. Akulah (Allah) yg membalasnya, sebab ia meninggalkan syahwat & makan minumnya hanya karena Aku, & baginya ada dua kegembiraan pertama ketika berbuka & kedua ketika berjumpa Tuhannya. Sungguh bau mulutnya bagi Allah melebihi harumnya kasturi.”
Berikut fadhilah – fadhilah (keutamaan) Shalat Tarawih yg disabdakan Rasulullah SAW yg diriwayatkan oleh Sayyidina Ali bin Abi Tholib RA yg dikutip dari Kitab : Durrotun Nashihin Hal : 18 -19.
  1. Malam ke – 1 Siapa yg shalat tarawih pada malam pertama dihapus dosa seorang mu’min seperti ketika ia dilahirkan.
  2. Malam ke – 2 Shalat tarawih pada malam kedua diampuni dosa dirinya & kedua orang tuanya, jika keduanya mu’min.
  3. Malam ke – 3 Semua malaikat yg berada di bawah Arsy menyeru, “Perbanyaklah amalmu….!!!
  4. Malam ke – 4 Allah akan memberikat pahala sebagaimana pahala orang yg membaca Taurat, Injil, Zabur juga Al Qur’an.
  5. Malam ke – 5 Allah SWT memberinya pahala seperti pahala Sholat di Masjidil Haram, Masjid Madinah & Masjid Aqsho.
  6. Malam ke – 6 Allah SWT memberinya pahala Thawaf di Baitul Makmur & dimintakan ampun baginya oleh setiap batu, pasir & benda yg berada disana.
  7. Malam ke – 7 Seakan – akan ia hidup pada zaman Nabi Musa AS & membelanya dari Fir’aun & Hamman.
  8. Malam ke – 8 Allah SWT memberinya pahala seperti pahala apa yg diberikan kepada Nabi Ibrohim AS.
  9. Malam ke – 9 Seakan – akan ia telah beribadah kepada Allah SWT seperti ibadahnya Nabi Muhammad SAW.
  10. Malam ke – 10 Allah SWT memberinya Rizki & kebaikan di dunia & akhirat.
  11. Malam ke – 11 Apabila ia meninggal dunia, seperti dilahirkan dari ibunya.
  12. Malam ke – 12 Ia datang pada hari kiamat dengan wajah berseri – seri seperti bulan purnama.
  13. Malam ke – 13 Ia datang pada hari kiamat, selamat dari kejahatan (kejelekan)
  14. Malam ke – 14 Malaikat menyaksikan bahwa pada sesungguhnya orang tersebut telah Sholat Tarawih maka pada hari kiamat kelak Allah SWT tidak akan menghisabnya.
  15. Malam ke – 15 Malaikat penopang Arsy & kursi membaca sholawat utknya.
  16. Malam ke – 16 Allah SWT mencatat baginya akan dibebaskan dari dari api neraka & masuk surga.
  17. Malam ke – 17 Malam ke – 18 Ia dipanggil oleh malaikat, “Hai hamba Allah, ketahuilah bahwa Allah meridloimu & kedua orang tuamu”.
  18. Malam ke – 18 Ia dipanggil oleh malaikat, “Hai hamba Allah, ketahuilah bahwa Allah meridloimu & kedua orang tuamu”.
  19. Malam ke – 19 Allah mengangkat derajatnya hingga derajat orang – orang yg ada di surga firdaus.
  20. Malam ke – 20 Dia diberi pahala para syuhada’ & orang – orang sholeh.
  21. Malam ke – 21 Allah SWT membuatkan baginya sebuah istana di surga dari cahaya.
  22. Malam ke – 22 Pada hari kiamat nanti, selamat dari kesulitan & kesusahan.
  23. Malam ke – 23 Allah SWT membangun baginya sebuah kota di surga.
  24. Malam ke – 24 Dua puluh empat (24) permintaanya dikabulkan Allah SWT.
  25. Malam ke – 25 Allah SWT mengangkatnya dari siksa kubur.
  26. Malam ke – 26 Allah SWT mengangkat baginya pahala empat puluh tahun (40 th)
  27. Malam ke – 27 Ia akan melewati jembatan Shorotul Mustaqim pada hari kiamat kelak seperti kilat menyambar.
  28. Malam ke – 28 Allah SWT mengangkat baginya seribu (1000) derajat di surga.
  29. Malam ke – 29 Allah SWT akan mengkaruniakan kepadanya pahala seribu haji yg mabrur.
  30. Malam ke – 30 Allah SWT akan memberi penghormatan kepada orang yg bertarawih pada malam terakhir dengan firman-Nya (yg bermaksud) : “Wahai Hambaku, …! makanlah segala jenis buah – buahan yg engkau inginkan utk dimakan di dalam surga & mandilah kamu di dalam sungai yg bernama salsabil serta minumlah air dari telaga yg dikaruniakan kepada Nabi Muhammad SAW bernama Al-Kautsar.
More aboutKEUTAMAAN SHALAT TERAWIH

KEUTAMAAN SHALAT SUBUH

Posted by Unknown

Keutamaan Shalat Tahajud

Hiruk pikuk kejuaraan sepakbola Euro 2012 sudah dimulai. Sepekan terakhir, hampir setiap malam jutaan rakyat Indonesia menghabiskan waktu malamnya utk menonton pertandingan bergengsi dari tim 16 negara-negara Eropa.
Maklum, pada perhelatan bergengsi ini, akan dipertontonkan pertandingan dengan bintang-bintang dunia, gaya permainan dunia & yg utama sistem pertandingan fairplay. Permainan cantik & kesolidan tim akan menjadi tontotan menarik bagi penggemar sepakbola.
Terlepas dari kenikmatan menonton pertandingan sepakbola, akan sangat disaygkan jika waktu malam hanya kita habiskan dengan menonton pertandingan sepakbola.
Sebagai umat Islam, sepertinya kita menyadari bahwa orang-orang yg menghabiskan waktu tanpa diiringi dengan ibadah, maka bukan termasuk golongan Rasulullah saw, dikarenakan telah melalaikan kenikmatan yg telah diberikan Allah swt. Sebagimana hadis Nabi Muhammad yg diriwayatkan Imam Bukhari, yg berbunyi:
“Dua kenikmatan yg sering dilalaikan oleh sebagian besar manusia yaitu nikmat sehat & nikmat waktu luang”. (HR. Bukhari)
Hadis itu menyiratkan, sebagai umat Rasulullah, sebaiknya kita tidak melalaikan kenikmatan waktu luang. Di tengah malam, di sela-sela pertandingan sepakbola Euro 2012, ada baiknya kita turut mengisi dengan salat malam.
Membiasakan shalat malam itu berarti mengajak diri kita masuk ke dalam golongan orang-orang shaleh, yg hatinya selalu berdampingan denganAllah swt. Sebagaimana Allah swt berfirman di dalam Alquran :
“Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yg terpuji.” (QS : Al-Isro’ : 79).
Sebelum diturunkannya kewajiban shalat lima waktu, shalat malam seperti shalat Tahajud mrpkan shalat yg diwajibkan kepada Nabi Muhammad saw. Karena itu, saat ini umat Islam selalu dianjurkan utk mendirikan shalat malam seperti shalat Tahajud.
Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: ”Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam & berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.” (HR Tirmidzi).
Dalam hadis yg diriwayat Imam Muslim, shalat di waktu malam mrpkan shalat yg paling utama sesudah shalat fardu.
“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” (HR. Muslim).
Bagi umat Islam, waktu malam bukan sekadar waktu tanpa penerangan matahari. Malam bagi Islam adlh waktu yg sangat berarti & waktu yg diutamakan oleh Allah SWT.
Sebagaimana Nabi Muhammad saw bersabda: “Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun (ke langit dunia) ketika tinggal sepertiga malam yg akhir. Ia berfirman : “Barang siapa yg menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yg meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. & barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” (HR Bukhari & Muslim).
Pada sebuah hadis lain juga disebutkan, saat saat ijabah (dikabulkannya doa) itu adlh 1/3 malam yg terakhir. ”Abu Muslim bertanya kepada sahabat Abu Dzar : “Diwaktu manakah yg lebih utama kita mengerjakan sholat malam?”
Sahabat Abu Dzar menjawab : “Aku telah bertanya kepada Rosulullah SAW sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini.” Rosulullah SAW bersabda :?“Perut malam yg masih tinggal adlh 1/3 yg akhir. Saygnya sedikit sekali orang yg melaksanakannya,” (HR Ahmad).
Mengakhiri tulisan ini, sungguh menyaygkan ketika waktu malam hanya kita habiskan utk melihat kenikmatan dunia.
Ada baiknya turut kita isi dengan shalat malam sebagai bekal di dunia & akhirat nanti, serta sebagai persiapan menghadapi bulan suci Ramadhan yg sebentar lagi akan tiba. (Sumber: republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/12/06/15/m5me40-keutamaan-shalat-tahajud)
More aboutKEUTAMAAN SHALAT SUBUH

KEUTAMAAN SHALAT TAHAJUD

Posted by Unknown

Keutamaan Shalat Tahajud

Hiruk pikuk kejuaraan sepakbola Euro 2012 sudah dimulai. Sepekan terakhir, hampir setiap malam jutaan rakyat Indonesia menghabiskan waktu malamnya utk menonton pertandingan bergengsi dari tim 16 negara-negara Eropa.
Maklum, pada perhelatan bergengsi ini, akan dipertontonkan pertandingan dengan bintang-bintang dunia, gaya permainan dunia & yg utama sistem pertandingan fairplay. Permainan cantik & kesolidan tim akan menjadi tontotan menarik bagi penggemar sepakbola.
Terlepas dari kenikmatan menonton pertandingan sepakbola, akan sangat disaygkan jika waktu malam hanya kita habiskan dengan menonton pertandingan sepakbola.
Sebagai umat Islam, sepertinya kita menyadari bahwa orang-orang yg menghabiskan waktu tanpa diiringi dengan ibadah, maka bukan termasuk golongan Rasulullah saw, dikarenakan telah melalaikan kenikmatan yg telah diberikan Allah swt. Sebagimana hadis Nabi Muhammad yg diriwayatkan Imam Bukhari, yg berbunyi:
“Dua kenikmatan yg sering dilalaikan oleh sebagian besar manusia yaitu nikmat sehat & nikmat waktu luang”. (HR. Bukhari)
Hadis itu menyiratkan, sebagai umat Rasulullah, sebaiknya kita tidak melalaikan kenikmatan waktu luang. Di tengah malam, di sela-sela pertandingan sepakbola Euro 2012, ada baiknya kita turut mengisi dengan salat malam.
Membiasakan shalat malam itu berarti mengajak diri kita masuk ke dalam golongan orang-orang shaleh, yg hatinya selalu berdampingan denganAllah swt. Sebagaimana Allah swt berfirman di dalam Alquran :
“Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yg terpuji.” (QS : Al-Isro’ : 79).
Sebelum diturunkannya kewajiban shalat lima waktu, shalat malam seperti shalat Tahajud mrpkan shalat yg diwajibkan kepada Nabi Muhammad saw. Karena itu, saat ini umat Islam selalu dianjurkan utk mendirikan shalat malam seperti shalat Tahajud.
Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: ”Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam & berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.” (HR Tirmidzi).
Dalam hadis yg diriwayat Imam Muslim, shalat di waktu malam mrpkan shalat yg paling utama sesudah shalat fardu.
“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” (HR. Muslim).
Bagi umat Islam, waktu malam bukan sekadar waktu tanpa penerangan matahari. Malam bagi Islam adlh waktu yg sangat berarti & waktu yg diutamakan oleh Allah SWT.
Sebagaimana Nabi Muhammad saw bersabda: “Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun (ke langit dunia) ketika tinggal sepertiga malam yg akhir. Ia berfirman : “Barang siapa yg menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yg meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. & barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” (HR Bukhari & Muslim).
Pada sebuah hadis lain juga disebutkan, saat saat ijabah (dikabulkannya doa) itu adlh 1/3 malam yg terakhir. ”Abu Muslim bertanya kepada sahabat Abu Dzar : “Diwaktu manakah yg lebih utama kita mengerjakan sholat malam?”
Sahabat Abu Dzar menjawab : “Aku telah bertanya kepada Rosulullah SAW sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini.” Rosulullah SAW bersabda :?“Perut malam yg masih tinggal adlh 1/3 yg akhir. Saygnya sedikit sekali orang yg melaksanakannya,” (HR Ahmad).
Mengakhiri tulisan ini, sungguh menyaygkan ketika waktu malam hanya kita habiskan utk melihat kenikmatan dunia.
Ada baiknya turut kita isi dengan shalat malam sebagai bekal di dunia & akhirat nanti, serta sebagai persiapan menghadapi bulan suci Ramadhan yg sebentar lagi akan tiba. (Sumber: republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/12/06/15/m5me40-keutamaan-shalat-tahajud)
More aboutKEUTAMAAN SHALAT TAHAJUD